Sebanyak 70 siswa SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, harus mendapatkan perawatan medis setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (29/1/2026). Para siswa mengeluhkan berbagai gejala seperti pusing, diare, dan nyeri perut.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyampaikan bahwa begitu menerima laporan adanya keluhan dari para siswa, pihaknya langsung mengambil langkah cepat dengan membawa seluruh siswa yang terdampak ke rumah sakit.
Begitu ada laporan keluhan mulas, pusing, dan diare, langsung kami evakuasi dan tangani di rumah sakit, ujar Sam’ani saat menjenguk para siswa, Kamis.
Dari total 70 siswa, sebanyak 22 orang dirawat di RSUD Loekmono Hadi Kudus, 17 siswa dirawat di RS Satkes, 10 siswa di RS Mardirahayu, 10 siswa di RSI Kudus, dan 11 siswa lainnya dirawat di RS Kumala Siwi.
Sam’ani menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kudus bersama unsur TNI dan Polri bergerak cepat dalam menangani dugaan kejadian luar biasa tersebut. Menurutnya, langkah sigap ini dilakukan untuk mencegah dampak yang lebih luas.
Selain penanganan medis, tim gabungan dari Pemkab Kudus, TNI, Polri, dan Dinas Kesehatan juga masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada siswa lain yang mengalami gejala serupa.
Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang. Ke depan, seluruh koordinator dan penanggung jawab Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kudus akan kami kumpulkan untuk apel, briefing, dan pembekalan, jelasnya.
Evaluasi Program MBG
Sam’ani menambahkan bahwa rencana pengumpulan SPPG sebenarnya sudah dijadwalkan sebelumnya sebagai bagian dari upaya menjaga mutu pelaksanaan program MBG. Namun, dengan adanya peristiwa ini, evaluasi akan dilakukan lebih mendalam.
Terkait biaya perawatan, Sam’ani memastikan seluruh siswa yang menjalani perawatan tidak dikenakan biaya.
Semua gratis karena ini termasuk kejadian luar biasa. Kabupaten Kudus telah mencapai Universal Health Coverage sebesar 99,5 persen, sehingga seluruh biaya ditanggung BPJS Kesehatan. Bagi siswa yang belum terdaftar, kepesertaannya langsung diaktifkan hari ini, katanya.
Sementara itu, Dandim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andreasie menyatakan pihaknya bersama Pemkab Kudus akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG.
Kami akan segera mengumpulkan SPPG di lapangan. Meski evaluasi dan briefing rutin sudah dilakukan, kejadian ini menjadi catatan penting untuk perbaikan ke depan, ujarnya.
Salah satu siswa kelas X SMA Negeri 2 Kudus, Ilham Yusuf, mengungkapkan bahwa dirinya mulai merasakan sakit perut setelah menyantap menu MBG pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Awalnya saya pikir hanya sakit biasa. Tapi keesokan harinya ternyata banyak teman yang mengalami keluhan serupa, tuturnya.
Ilham kemudian dibawa orang tuanya ke RSUD Loekmono Hadi Kudus. Setelah mendapat infus, alhamdulillah rasa mualnya sudah berkurang, katanya.
Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus, Abdul Hakam, menjelaskan bahwa seluruh pasien saat ini masih dalam pengawasan tim medis.
Apabila kondisi pasien terus membaik, mereka diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan, ujarnya saat di temui Tuna55
Hingga kini, Dinas Kesehatan bersama instansi terkait masih melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk pengambilan sampel makanan, feses, dan komponen lainnya untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.