Ketertarikan Galatasaray terhadap Youssouf Fofana belum membuahkan hasil. Meski klub asal Turki itu menawarkan peningkatan gaji yang signifikan, sang gelandang masih memilih bertahan bersama AC Milan.
Galatasaray dikabarkan menyiapkan kontrak dengan nilai mencapai €5,5 juta bersih per musim, setara sekitar Rp95 miliar per tahun. Tawaran tersebut jauh lebih tinggi dibanding gaji Fofana saat ini di Milan yang berada di kisaran €3 juta bersih per musim.
Namun, faktor finansial belum cukup untuk mengubah pendirian pemain berusia 27 tahun tersebut. Fofana masih memprioritaskan kelangsungan kariernya di Italia dan belum sepenuhnya yakin untuk mencoba tantangan baru di luar Serie A.
Meski demikian, Galatasaray belum menyerah. Klub tersebut terus menjalin komunikasi dan bahkan mengirimkan perwakilan ke Italia guna membahas sejumlah target transfer. Kendati begitu, pembicaraan terkait Fofana berjalan hati-hati dan belum menunjukkan tanda-tanda kesepakatan dalam waktu dekat.
Pilar Penting di Lini Tengah Rossoneri
Di bawah arahan pelatih Massimiliano Allegri, Fofana menjelma menjadi salah satu elemen kunci di lini tengah AC Milan. Sepanjang musim ini, ia telah tampil dalam 17 pertandingan di berbagai kompetisi, dengan peran starter yang nyaris tak tergantikan.
Dampaknya di lapangan tidak hanya terlihat dari catatan satu gol dan satu assist. Perannya dalam mengatur tempo permainan serta kecermatan dalam melepas umpan—termasuk assist penting untuk Christopher Nkunku saat melawan Fiorentina—menjadi gambaran kontribusi nyatanya.
Allegri menilai Fofana sebagai gelandang komplet yang mampu menyeimbangkan aspek bertahan dan menyerang. Kedisiplinan taktik serta kualitas distribusi bola membuatnya menjadi bagian vital dalam sistem permainan Milan.
Kepercayaan tersebut diperkirakan kembali diberikan ketika Rossoneri menghadapi Como. Konsistensi menit bermain menjadi salah satu alasan kuat mengapa Fofana belum tergoda hengkang.
AC Milan merekrut Fofana pada musim panas 2024 dengan mahar €20 juta ditambah bonus €3 juta, investasi yang mencerminkan statusnya sebagai aset penting klub. Hingga kini, sang pemain tetap fokus membantu Milan bersaing di papan atas Serie A.
Situasi ini menunjukkan bahwa bagi Fofana, stabilitas peran dan kepercayaan pelatih masih lebih bernilai dibanding lonjakan pendapatan. Bagi AC Milan, sikap tersebut menjadi kabar positif dalam menjaga kekuatan utama tim. Tuna55