You are currently viewing Purbaya Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Segini pada Kuartal IV 2025

Purbaya Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Segini pada Kuartal IV 2025

Purbaya Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Segini pada Kuartal IV 2025 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 akan mencapai 5,4 persen

secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, untuk kinerja ekonomi sepanjang tahun 2025,

pemerintah menargetkan pertumbuhan di kisaran 5,2 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam ajang Indonesia Economic Summit 2026 yang digelar pada Selasa (3/2/2026).

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Menanti Rilis BPS

Purbaya menjelaskan bahwa angka resmi pertumbuhan ekonomi nasional, yang tercermin dalam Produk Domestik Bruto (PDB),

akan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik pada Kamis (5/2/2026).

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak melakukan intervensi dalam proses pengumpulan data maupun perhitungan yang dilakukan BPS.

Karena itu, ia menilai wajar apabila proyeksi yang disampaikannya berpotensi berbeda dengan hasil resmi yang akan dirilis.

Menurutnya, seluruh perhitungan sepenuhnya bergantung pada data yang dihimpun oleh BPS secara independen.

Industri Manufaktur Jadi Penopang Utama Ekonomi Indonesia

Di sisi lain, Kementerian Perindustrian mencatat kinerja positif sektor industri pengolahan nonmigas sepanjang 2025.

Sektor ini tumbuh melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional dan memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB serta investasi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa berdasarkan data BPS,

industri pengolahan nonmigas tumbuh sebesar 5,17 persen selama Triwulan I–III 2025,

lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,01 persen.

Ia mengungkapkan bahwa nilai tambah sektor industri pengolahan nonmigas atas dasar harga konstan meningkat dari Rp1.783,17 triliun

pada 2024 menjadi Rp1.875,33 triliun pada periode yang sama tahun 2025.

Capaian tersebut menunjukkan ketahanan sektor manufaktur di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kontribusi industri manufaktur terhadap PDB nasional juga tergolong dominan. Pada Sepanjang dalam Triwulan I–III 2025,

sektor ini juga telah menyumbangkan sebanyak 17,27 persen atau juga setara Rp3.051,58 triliun terhadap

pada PDB nasional atas dan juga dasar harga yang berlaku.

Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal di sektor industri pengolahan nonmigas mencapai Rp552,0 triliun

atau sekitar 38,49 persen dari total investasi nasional sebesar Rp1.434,3 triliun.

Tingginya angka ini mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap prospek industri manufaktur Tuna55 Indonesia.

Optimisme pelaku industri juga tercermin dari indikator kepercayaan. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Desember 2025

berada di level 51,90, masih berada di zona ekspansi. Sementara itu, Purchasing Managers’ Index (PMI)

manufaktur Indonesia pada periode yang sama tercatat sebesar 51,2, menandakan aktivitas Tuna55 manufaktur nasional tetap tumbuh.

Leave a Reply