Rilis dokumen baru dari Departemen Kehakiman AS (DOJ) kembali membuka sisi lain dari jaringan Jeffrey Epstein kali ini
menyentuh dunia kripto. Di tengah narasi besar tentang relasi Epstein dengan tokoh-tokoh berpengaruh, dokumen tersebut
menunjukkan bahwa ia sempat menanam modal pada dua nama yang kemudian menjadi pilar industri: Coinbase dan Blockstream.
Temuan ini bukan tuduhan tindak pidana baru, melainkan catatan bagaimana seorang pelaku kejahatan seksual yang sudah pernah
dihukum tetap bisa menembus peluang investasi bergengsi di Silicon Valley dan ekosistem Bitcoin awal.
Coinbase: tiket masuk ke “deal” Silicon Valley
Menurut dokumen yang diungkap, Epstein berinvestasi sekitar US$3 juta ke Coinbase pada 2014, lewat entitas berbasis
US Virgin Islands bernama IGO Company LLC. Investasi itu terjadi dalam putaran pendanaan besar Coinbase (diberitakan sebagai
bagian dari pendanaan bernilai puluhan juta dolar), dan porsinya disebut kurang dari 1% sehingga tidak memberikan kendali atau
peran tata kelola.
Yang menarik, korespondensi yang ikut terbuka menggambarkan bagaimana akses itu terjadi. Fortune melaporkan Epstein berdiskusi
soal peluang masuk pendanaan Coinbase melalui perantara dari lingkaran investor kripto, termasuk Brock Pierce, dan bahkan menanyakan
“seberapa sulit” ikut putaran tersebut kepada tokoh teknologi lain.
Dari sisi hasil, dokumen juga memotret bagaimana posisi awal itu dapat berubah menjadi keuntungan besar. Dalam salah satu
rangkaian transaksi lanjutan yang dilaporkan media, sebagian kepemilikan terkait Coinbase disebut sempat berpindah dengan valuasi
yang jauh lebih tinggi beberapa tahun kemudian. Ini memperlihatkan daya tarik “early ticket” di startup kripto—bahkan ketika sumber
uangnya datang dari figur dengan reputasi yang sudah tercemar.
Blockstream: jalur tidak langsung lewat jaringan dana
Epstein tidak hanya melirik exchange. Dokumen DOJ yang sama juga mengaitkannya dengan Blockstream, perusahaan infrastruktur
Bitcoin yang dikenal lewat pengembangan teknologi dan layanan untuk ekosistem Bitcoin. Namun jejaknya disebut lebih tidak langsung:
Fortune menyatakan kepemilikannya di Blockstream terjadi melalui “jalur dana lain” dan tidak selalu tampak sebagai investasi langsung
yang transparan di permukaan.
Sementara itu, pemberitaan industri kripto mencatat respons defensif dari pihak Blockstream. CEO Adam Back menyampaikan bahwa
Blockstream sudah memutus hubungan sejak lama dan tidak memiliki koneksi finansial langsung maupun tidak langsung yang berlanjut
dengan Epstein, serta mengaitkan masuknya Epstein sebagai investor dengan jejaring pihak ketiga Tuna55.
Mengapa temuan ini penting bagi industri kripto?
Kasus ini menyorot dua hal. Pertama, due diligence reputasi di era awal kripto—ketika startup berebut modal—bisa longgar,
sehingga figur bermasalah tetap dapat masuk ke putaran pendanaan. Kedua, struktur investasi (entitas luar negeri, kendaraan investasi,
atau partisipasi lewat dana) dapat membuat jejak kepemilikan menjadi tidak kasat mata bagi publik sampai dokumen internal terbuka.
Baik laporan media arus utama maupun artikel kripto menekankan satu catatan penting: kemunculan nama Epstein dalam dokumen dan
investasi ini tidak otomatis berarti ada tindak pidana baru oleh perusahaan-perusahaan terkait. Namun, ceritanya tetap menjadi pengingat
keras bahwa “uang” dalam teknologi—termasuk kripto—sering bergerak lebih cepat daripada sistem penyaringan reputasi.