Presiden Prabowo Subianto Kejar Target 82,3 Juta Penerima MBG hingga Akhir 2026 – Presiden Prabowo Subianto
menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga mencapai 82,3 juta
penerima manfaat sebelum akhir tahun 2026. Program ini merupakan salah satu kebijakan utama pemerintah yang bertujuan
meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat kesejahteraan sosial secara luas.
Dalam sejumlah kesempatan, Prabowo menyampaikan bahwa perluasan program MBG dilakukan secara bertahap dengan
mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, distribusi pangan, serta kemampuan anggaran negara. Target besar tersebut
mencerminkan upaya pemerintah untuk memastikan kelompok rentan mendapatkan akses makanan bergizi secara merata
di seluruh wilayah Indonesia.
Program MBG sendiri dirancang untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat seperti pelajar, ibu hamil, ibu menyusui,
hingga lansia. Dengan sasaran yang luas, pemerintah berharap program ini dapat memberikan dampak langsung terhadap
perbaikan status gizi nasional dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Presiden Prabowo Subianto Perkembangan Capaian dan Perluasan Penerima Manfaat
Hingga awal 2026, program MBG dilaporkan telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di berbagai daerah.
Pencapaian ini dinilai cukup signifikan mengingat program tersebut baru berjalan sekitar satu hingga satu setengah tahun sejak diluncurkan.
Sebelumnya, pemerintah juga menyebut jumlah penerima telah mencapai puluhan juta orang dan terus bertambah seiring
pembangunan dapur umum serta satuan pelayanan pemenuhan gizi di berbagai wilayah. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung distribusi makanan bergizi bagi masyarakat penerima manfaat.
Untuk mencapai target 82,3 juta hingga 82,9 juta penerima, pemerintah menyiapkan penguatan rantai pasok pangan,
termasuk pengembangan industri pangan nasional seperti proyek hilirisasi ayam yang diharapkan mampu menopang kebutuhan bahan baku program MBG.
Selain itu, ekspansi program juga diarahkan agar seluruh desa di Indonesia dapat menerima manfaat MBG paling lambat pada Desember 2026. Langkah ini menunjukkan fokus pemerintah pada pemerataan akses gizi, terutama di wilayah yang sebelumnya belum terjangkau layanan.
Dampak Ekonomi dan Sosial yang Diharapkan
Program MBG tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga diharapkan memberi efek ekonomi yang luas. Pemerintah menilai program ini berpotensi menyerap jutaan tenaga kerja melalui operasional dapur gizi dan distribusi logistik pangan.
Di sisi lain, alokasi anggaran untuk MBG diperkirakan mencapai lebih dari Rp300 triliun pada 2026 apabila target puluhan juta
penerima tercapai. Besarnya anggaran tersebut menunjukkan skala program yang sangat besar dan perannya sebagai salah satu
investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Pemerintah Tuna55 juga menilai program makan bergizi gratis dapat memberikan efek pengganda ekonomi karena melibatkan berbagai sektor,
mulai dari pertanian, peternakan, distribusi pangan, hingga usaha mikro yang menjadi bagian dari rantai pasok.
Upaya mengejar target 82,3 juta penerima MBG hingga akhir 2026 menunjukkan ambisi besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas
gizi masyarakat secara nasional. Dengan dukungan anggaran besar, pembangunan infrastruktur dapur gizi, serta penguatan rantai pasok pangan,
program ini diharapkan mampu menjadi fondasi penting bagi terciptanya generasi yang lebih sehat dan produktif.
Jika target tersebut tercapai, MBG berpotensi menjadi salah satu program sosial terbesar di Indonesia yang tidak hanya berdampak pada
kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan di berbagai daerah.