Bank Artha Graha Internasional bersama dua jaringan ritel, Electronic City dan Grooceries City, resmi membuka layanan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Kehadiran ketiga perusahaan tersebut menandai langkah baru dalam penyediaan layanan perbankan dan ritel di kawasan ibu kota baru.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen investasi yang telah diwujudkan oleh grup usaha Artha Graha.
Kami sangat menghargai langkah Bank Artha Graha Internasional, Electronic City, dan Grooceries City yang mulai beroperasi di IKN. Keberadaan layanan perbankan dan ritel sangat penting dalam membangun ekosistem kota yang dinamis. Ini juga mencerminkan kepercayaan investor terhadap potensi IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, ungkapnya, Minggu (11/1/2026).
Bank Artha Graha Internasional kini menyediakan layanan utama perbankan seperti pembukaan rekening, transaksi keuangan, hingga layanan digital. Sudiro menambahkan bahwa hadirnya kantor tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses keuangan dan mendorong inklusi keuangan bagi masyarakat yang menetap di kawasan baru.
Electronic City mulai menghadirkan berbagai produk elektronik rumah tangga dan gadget untuk memenuhi kebutuhan warga dan pekerja di IKN. Di sisi lain, Grooceries City membawa konsep belanja hemat yang ditujukan bagi komunitas di sekitar lokasi pembangunan ibu kota.
Bandara IKN Bersiap Melayani Penerbangan Komersial
Selain sektor ritel dan perbankan, infrastruktur transportasi udara di IKN juga mengalami perkembangan signifikan. Bandara Internasional Nusantara kini dalam proses perubahan status dari Bandar Udara Khusus menjadi Bandar Udara Umum agar dapat melayani penerbangan komersial.
Plt Kepala Bandara Internasional Nusantara, Imam Alwan, menjelaskan bahwa perubahan status ini dilakukan setelah bandara memperoleh Sertifikat Bandar Udara (SBU) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada 12 Juni 2025.
Perubahan status ini sangat penting agar operasional bandara bisa diperluas, termasuk melayani penerbangan komersial reguler. Saat ini fungsinya masih terbatas sebagai Bandar Udara Khusus, kata Imam dalam keterangannya pada Desember 2025.
Kemajuan Pembangunan Fasilitas Bandara
Seluruh fasilitas di sisi udara, termasuk runway, taxiway, apron, dan helipad, telah selesai dibangun. Untuk sisi darat, tahap pertama konstruksi juga tuntas, meliputi Terminal VVIP dan VIP, menara ATC, fasilitas penanganan keadaan darurat, gedung administrasi, hingga rumah ibadah.
Penyempurnaan lansekap dan pembangunan jalan perimeter masih berlangsung, ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025. Tahap berikutnya akan fokus pada pembangunan fasilitas imigrasi, karantina, dan bea cukai guna menunjang operasional Tuna55 penerbangan internasional.
Bandara Internasional Nusantara telah terdaftar di ICAO dengan kode WALK. Namun, dalam statusnya sekarang sebagai bandara khusus, operasional masih terbatas pada pesawat kenegaraan, pesawat instansi pemerintah, charter, dan penerbangan privat. Penerbangan komersial reguler belum dapat dibuka karena masih menyesuaikan ketentuan operasional bandara khusus.