You are currently viewing Fokus Investasi dan Ekosistem Semikonduktor Zona Ekonomi Khusus Johor–Singapura Bidik Investor Kelas Dunia, Johor Siap Jadi Pusat Chip Ketiga Malaysia

Fokus Investasi dan Ekosistem Semikonduktor Zona Ekonomi Khusus Johor–Singapura Bidik Investor Kelas Dunia, Johor Siap Jadi Pusat Chip Ketiga Malaysia

Zona Ekonomi Khusus Johor–Singapura (JS-SEZ) dinilai berada di jalur yang tepat untuk menarik investor strategis berkelas dunia atau yang kerap disebut sebagai investor “ratu lebah”. Kehadiran investor jenis ini diyakini mampu membentuk ulang lanskap ekonomi digital Malaysia sekaligus mendorong Johor menjadi pusat industri semikonduktor ketiga di negara tersebut.

Kepala Eksekutif Invest Johor, Natazha Harris, mengatakan bahwa sebuah perusahaan manufaktur canggih multinasional telah memilih Iskandar Puteri sebagai lokasi investasinya. Saat ini, proses persetujuan dan perizinan proyek tersebut masih berjalan.

Meski belum mengungkap identitas investor tersebut, Natazha menegaskan bahwa perusahaan asing itu berpotensi menjadi jangkar utama bagi pengembangan ekosistem semikonduktor yang lebih luas di Johor. Investasi tersebut diharapkan mampu menempatkan Johor sejajar dengan pusat semikonduktor mapan seperti Penang dan Selangor.

Menurutnya, pengembangan Johor bukan ditujukan untuk menyaingi pusat industri yang telah ada. Sebaliknya, Johor diposisikan sebagai pelengkap, khususnya bagi perusahaan yang membutuhkan ketersediaan lahan lebih luas untuk ekspansi jangka panjang.

Dorongan investasi ini muncul seiring Johor memasuki fase penting dalam pertumbuhan ekonomi. Hingga kuartal ketiga 2025, total investasi yang disetujui telah mencapai RM91,1 miliar, dengan proyeksi nilai setahun penuh melampaui RM100 miliar. Sebagian besar investasi tersebut terkonsentrasi di kawasan JS-SEZ, mencakup sektor manufaktur canggih, infrastruktur digital, dan logistik.

Zona Ekonomi Dari Janji ke Implementasi Nyata

Meski prospeknya menjanjikan, Natazha menekankan bahwa tantangan utama kini terletak pada pelaksanaan. Ia menilai kredibilitas JS-SEZ tidak lagi diukur dari besarnya pengumuman investasi, melainkan dari realisasi fisik proyek di lapangan.

Ia menjelaskan bahwa setelah persetujuan di tingkat federal, perusahaan masih harus melalui serangkaian proses ketat di tingkat lokal, mulai dari tata letak lokasi, penyediaan utilitas, kepatuhan lingkungan, hingga pemenuhan kebutuhan tenaga kerja.

Karena itu, perkembangan fisik yang signifikan diperkirakan mulai terlihat sepanjang 2026 hingga 2027, terutama seiring mendekati rampungnya proyek Rapid Transit System (RTS) Link yang menghubungkan Johor dan Singapura.

Daya Tarik Johor dan Minat China

Dibandingkan Penang dan Selangor, keunggulan utama Johor terletak pada ketersediaan lahan tuna55 serta kedekatannya dengan Singapura. Kondisi ini memungkinkan perusahaan memisahkan aktivitas manufaktur berskala besar di Johor, sementara fungsi kantor pusat, pembiayaan, dan riset tetap dilakukan di Singapura.

Minat terhadap Johor juga datang dari China. Setelah misi promosi investasi ke Beijing pada Desember lalu, Invest Johor mencatat meningkatnya ketertarikan perusahaan China di sektor manufaktur canggih, elektronik, dan logistik. Minat tersebut dinilai dapat mempercepat pembentukan ekosistem industri semikonduktor di Johor pada 2026.

Leave a Reply