
Harga silver hari ini kembali menjadi sorotan setelah produk perak dari Antam mengalami penurunan tajam. Pada perdagangan 31 Januari 2026, harga silver Antam tercatat anjlok Rp18.000 per gram, sebuah koreksi yang cukup besar dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan ini mengejutkan pelaku pasar, terutama investor ritel yang menjadikan perak sebagai instrumen lindung nilai alternatif selain emas.
Koreksi harga ini menandai salah satu penurunan harian terdalam silver Antam dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut memicu pertanyaan mengenai faktor pendorong serta dampaknya terhadap strategi investasi ke depan.
Rincian Harga Silver Antam Terbaru
Berdasarkan pembaruan harga resmi, silver Antam pada 31 Januari 2026 diperdagangkan di level yang lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya. Penurunan sebesar Rp18.000 per gram ini membuat harga perak semakin menjauh dari level psikologis yang sebelumnya dianggap cukup stabil.
Penurunan harga silver ini juga berdampak pada produk perak dalam berbagai ukuran, baik gramasi kecil maupun besar. Investor yang sebelumnya membeli di harga tinggi kini menghadapi potensi penurunan nilai portofolio dalam jangka pendek.
Faktor Penyebab Harga Silver Anjlok
Ada beberapa faktor utama yang diduga menjadi penyebab turunnya harga silver Antam secara tajam. Pertama, pelemahan harga perak global akibat berkurangnya permintaan industri, khususnya dari sektor manufaktur dan teknologi. Perak banyak digunakan dalam panel surya, elektronik, dan industri otomotif, sehingga perlambatan ekonomi global berpengaruh langsung pada permintaan.
Kedua, penguatan nilai tukar dolar AS turut menekan harga komoditas logam mulia, termasuk silver. Ketika dolar menguat, harga perak dalam mata uang lokal cenderung mengalami tekanan.
Selain itu, aksi ambil untung (profit taking) oleh investor Tuna55 yang sebelumnya membeli silver saat harga rendah juga mempercepat laju penurunan harga di pasar domestik.
Dampak Bagi Investor dan Kolektor
Penurunan harga silver Antam ini membawa dampak yang beragam. Bagi investor jangka pendek, koreksi tajam tentu menjadi tantangan karena berpotensi menimbulkan kerugian. Namun, bagi investor jangka panjang, kondisi ini justru bisa menjadi peluang akumulasi.
Harga silver yang lebih murah membuka kesempatan bagi investor baru untuk masuk ke pasar dengan modal yang lebih rendah. Sementara itu, kolektor perak fisik juga dapat memanfaatkan momentum ini untuk menambah koleksi dengan harga lebih terjangkau.
Prospek Harga Silver ke Depan
Ke depan, pergerakan harga silver Antam masih sangat dipengaruhi oleh kondisi global. Jika permintaan industri kembali pulih dan tekanan nilai tukar mereda, harga perak berpeluang rebound. Namun, volatilitas sudah diperkirakan masih akan tinggi dalam waktu dekat ini.
Investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan ekonomi global dan kebijakan moneter, serta menyesuaikan strategi investasi sesuai dengan profil risiko masing-masing.