You are currently viewing Komik Superman Perdana Laku Rp150 Miliar, Puluhan Tahun Tersimpan di Loteng Keluarga

Komik Superman Perdana Laku Rp150 Miliar, Puluhan Tahun Tersimpan di Loteng Keluarga

Satu eksemplar asli komik Superman edisi pertama terbitan 1939 yang selama puluhan tahun tak tersentuh di sebuah loteng keluarga akhirnya terjual dalam sebuah lelang pada Kamis lalu dengan harga lebih dari USD 9 juta atau sekitar Rp150 miliar. Nilai tersebut diyakini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah penjualan komik.

Informasi yang Didapat Tentang Komik Superman

Mengutip Tuna55, Superman #1 disebut oleh rumah lelang Heritage Auctions sebagai puncak dari dunia koleksi komik. Edisi ini juga dinilai sebagai salinan terbaik yang pernah dilelang, sekaligus mematahkan rekor sebelumnya yang berada di angka USD 6 juta.

Komik bersejarah itu ditemukan secara tidak sengaja oleh tiga saudara kandung di wilayah California Utara ketika mereka membersihkan rumah mendiang ibu mereka. Sang ibu sebelumnya pernah bercerita bahwa ia memiliki koleksi komik asli dari era 1930-an, namun tidak pernah mengingat lokasi penyimpanannya, sehingga kisah tersebut lama dianggap sekadar cerita keluarga.

Harga fantastis USD 9,12 juta tercapai berkat kondisi komik yang hampir sempurna. CGC, lembaga independen yang menilai dan mengautentikasi komik serta kartu koleksi, memberikan skor 9 dari 10—sebuah nilai yang sangat jarang ditemui.

Wakil Presiden Heritage Auctions, Lon Allen, menyebut Superman No. 1 sebagai tonggak penting budaya populer. Menurutnya, selain kondisi fisiknya yang luar biasa, komik ini juga memiliki kisah penemuan yang dramatis layaknya sebuah film. Ia mengaku bangga dipercaya untuk melelang buku ikonis tersebut dengan harga yang sepadan dengan nilainya.

Momen Penting di Sejarah Komik Modern

Komik ini menandai momen penting dalam sejarah komik modern, karena menjadi pertama kalinya seorang superhero tampil dalam judul yang sepenuhnya didedikasikan untuk satu karakter. DC Comics merilisnya setelah melihat kesuksesan karakter Clark Kent/Superman yang sebelumnya debut dalam Action Comics #1 pada 1938.

Pada sampul depannya, pembaca dijanjikan kisah lengkap penuh aksi berbahaya dari satu-satunya Superman, lengkap dengan kostum merah dan biru yang kini telah menjadi simbol ikonis Man of Steel.

Edisi ini dikenal sebagai salah satu komik paling sulit ditemukan dalam kondisi baik. Kelangkaannya diduga semakin meningkat karena desain sampul belakangnya yang memungkinkan pembaca memotongnya untuk dijadikan poster atau hiasan dinding.

Pihak rumah lelang menduga hampir setiap anak pada masa itu ingin memiliki pinup Superman, sehingga banyak yang mengikuti garis putus-putus pada sampul belakang untuk memotongnya. Akibatnya, hanya sedikit salinan yang bertahan utuh hingga sekarang.

Sebelum kemunculan komik-komik awal seperti ini, media komik pada era 1930-an umumnya hanya digunakan untuk mencetak ulang strip komik populer dari surat kabar.

Karakter Superman sendiri diciptakan oleh penulis Jerry Siegel dan ilustrator Joe Shuster, dua anak imigran Yahudi asal Eropa yang bertemu di Cleveland. Hampir 90 tahun kemudian, ciptaan mereka masih hidup melalui film dan buku laris di seluruh dunia.

Ironisnya, Siegel dan Shuster menjual hak cipta Superman hanya dengan bayaran USD 130. Mereka sempat berulang kali menggugat untuk mendapatkan hak yang lebih layak, namun tidak pernah berhasil.

Tingginya minat terhadap memorabilia awal Superman juga terlihat dari cek senilai USD 412 yang diterima kedua kreator tersebut pada 1938—termasuk pembayaran untuk Superman—yang pernah terjual seharga USD 160.000 dalam sebuah lelang pada 2012.

Leave a Reply