
Permintaan perhiasan emas global mengalami penurunan signifikan sebesar 18% dalam periode terbaru. Kondisi ini menjadi sorotan pelaku industri, investor, hingga konsumen, mengingat perhiasan emas selama ini dikenal sebagai simbol nilai, status, sekaligus instrumen penyimpan kekayaan. Penurunan tersebut diungkap dalam laporan resmi yang dirilis oleh World Gold Council, lembaga internasional yang secara rutin memantau pergerakan pasar emas dunia.
Gambaran Umum Penurunan Permintaan perhiasan emas
Menurut laporan World Gold Council, turunnya permintaan perhiasan emas terjadi secara global, dengan dampak paling terasa di negara-negara konsumen utama seperti India dan China. Kedua negara tersebut selama ini menjadi penopang utama permintaan emas dunia, khususnya dari sektor perhiasan. Penurunan hingga dua digit ini menunjukkan adanya perubahan perilaku konsumen yang cukup drastis dalam menghadapi kondisi ekonomi global.
Penurunan permintaan tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor tunggal, melainkan kombinasi berbagai tekanan ekonomi dan sosial yang saling berkaitan.
Harga Emas yang Tinggi Jadi Faktor Utama
Salah satu penyebab utama merosotnya permintaan perhiasan emas adalah harga emas yang berada di level tinggi. Kenaikan harga membuat perhiasan emas menjadi semakin mahal dan kurang terjangkau bagi konsumen kelas menengah. Akibatnya, banyak konsumen menunda pembelian atau memilih alternatif lain dengan harga yang lebih terjangkau.
World Gold Council mencatat bahwa lonjakan harga emas juga mendorong konsumen untuk lebih selektif, membeli perhiasan dengan berat lebih ringan, atau bahkan beralih ke perhiasan imitasi dan logam mulia lain.
Tekanan Ekonomi dan Penurunan Daya Beli
Selain faktor harga, tekanan ekonomi global turut berperan besar. Inflasi yang masih tinggi di sejumlah negara menyebabkan daya beli masyarakat melemah. Kebutuhan pokok seperti pangan, energi, dan transportasi menjadi prioritas utama, sehingga belanja non-esensial seperti perhiasan emas cenderung ditekan.
Kondisi ini diperparah oleh ketidakpastian ekonomi global, termasuk perlambatan pertumbuhan ekonomi dan kekhawatiran terhadap stabilitas keuangan, yang membuat konsumen lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang.
Perubahan Perilaku Konsumen
World Gold Council juga menyoroti adanya perubahan preferensi generasi muda. Konsumen muda kini lebih tertarik pada pengalaman, teknologi, dan gaya hidup dibandingkan aset fisik seperti perhiasan emas. Tren ini secara perlahan menggeser pola konsumsi tradisional, terutama di kawasan perkotaan.
Selain itu, meningkatnya minat terhadap investasi digital dan instrumen keuangan lain turut mengalihkan perhatian dari Tuna55 sebagai bentuk penyimpanan nilai.
Prospek Pasar Perhiasan Emas ke Depan
Meski permintaan perhiasan emas mengalami penurunan, World Gold Council menilai prospek jangka panjang masih tetap positif. Emas tetap memiliki daya tarik budaya dan nilai intrinsik yang kuat, terutama di negara-negara dengan tradisi penggunaan emas yang mengakar.
Jika tekanan harga mereda dan kondisi ekonomi membaik, permintaan diperkirakan akan kembali pulih secara bertahap. Pelaku industri pun diharapkan mampu berinovasi, baik dari sisi desain maupun strategi harga, untuk menyesuaikan diri dengan perubahan selera konsumen.