Bandung bjb Tandamata gagal menutup Seri Pontianak pada putaran pertama babak reguler Proliga 2026 dengan kemenangan. Mereka harus mengakui keunggulan Jakarta Popsivo Polwan dengan skor 1–3 pada Minggu (11/1/2026).
Hasil tersebut menjadi kekalahan pertama Bandung bjb Tandamata di seri ini. Sebelumnya, mereka mengawali kompetisi dengan kemenangan atas Jakarta Livin Mandiri.
Pelatih Bandung bjb Tandamata, Risco Herlambang Matulessy, menilai kekalahan tersebut dipengaruhi oleh permainan tim yang tidak berkembang. Menurutnya, hasil ini akan menjadi bahan evaluasi penting untuk menghadapi laga-laga berikutnya.
Sebenarnya saya yakin dan optimis. Tapi di pertandingan ceritanya bisa berbeda. Ini baru permulaan. Alhamdulillah kemarin kami menang melawan Livin, dan hari ini harus mengakui keunggulan Popsivo, ujar Risco.
Ia juga menyinggung faktor non-teknis saat menghadapi tim tuan rumah. Meski demikian, Risco menilai secara teknis kekuatan kedua tim tidak jauh berbeda.
Kalau menghadapi tuan rumah memang sedikit berat dari sisi non-teknis. Namun dari segi teknik permainan, menurut saya tidak terlalu jauh berbeda. Mudah-mudahan ke depan kami bisa memperbaikinya, tambahnya.
Permainan Tidak Berkembang
Bandung bjb Tandamata sejatinya mengawali pertandingan dengan cukup baik pada awal set pertama. Namun, sejumlah kesalahan berhasil dimanfaatkan lawan untuk menguasai permainan dan menutup set pertama dengan skor telak 25–12.
Permainan kami benar-benar tidak jalan, terutama dari side out. Artinya, dari awal menyerang kami sudah tidak berjalan, ungkap Risco.
Ia mengakui performa apik Popsivo, terutama dalam receive dan pertahanan, membuat upaya timnya kerap menemui kegagalan.
Receive Popsivo berjalan baik, begitu juga pertahanan Tuna55, sehingga usaha kami sering gagal, lanjutnya.
Sempat Membaik
Performa Bandung bjb Tandamata sempat membaik pada set kedua. Pertandingan berlangsung ketat hingga akhirnya mereka mampu menyamakan kedudukan menjadi 1–1 setelah menang 26–24.
Namun, memasuki set ketiga, permainan Bandung bjb Tandamata kembali menurun. Jakarta Popsivo Polwan memanfaatkan kondisi tersebut untuk menang 25–19 dan berbalik unggul 2–1.
Situasi serupa berlanjut pada set keempat yang menjadi penentu kemenangan Popsivo. Bandung bjb Tandamata harus menyerah dengan skor 18–25.
Permainan kami sama seperti di set pertama, tidak jalan. Mulai dari receive, defense, semuanya tidak berjalan, dan kami masih sering melakukan kesalahan sendiri, pungkas Risco.