Sebuah rumah makan nasi kandar yang berlokasi di Palm Mall, Seremban, tengah menjadi sorotan publik setelah beredarnya video yang diduga memperlihatkan praktik pengolahan ulang sisa makanan untuk dijual kembali. Rekaman tersebut menyebar luas di media sosial dan memicu kekhawatiran serius terkait keamanan pangan.
Video Viral di Facebook, Seorang Pekerja di Seremban
Dalam video yang diunggah ke Facebook pada Selasa (3/2), tampak seorang pekerja restoran membilas makanan matang menggunakan air di dalam wadah besar, lalu menyusunnya kembali ke dalam beberapa baki. Pengunggah video menyebut makanan yang dicuci ulang itu mencakup ayam, daging kambing, serta tahu, dan diduga berasal dari sisa santapan pelanggan.
Menurut penuturan saksi, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.18 dini hari di area belakang restoran. Ia mengaku terkejut melihat praktik tersebut dan menilai tindakan itu berpotensi membahayakan kesehatan konsumen. Dalam unggahannya, ia menegaskan bahwa perilaku tersebut tidak dapat ditoleransi karena berisiko menyebabkan masalah kesehatan serius.
Tambahan Keterangan dari Saksi
Saksi juga menyebut bahwa saat ia mempertanyakan hal tersebut, salah satu karyawan sempat memberikan jawaban yang berbelit. Namun kemudian, rekan kerja lainnya mengakui bahwa makanan tersebut memang direncanakan untuk disajikan kembali, sembari mengklaim bahwa cara itu aman dan tidak menimbulkan dampak kesehatan.
Kasus ini segera menarik perhatian Negeri Sembilan State Health Department (JKNNS). Direktur lembaga tersebut, Zuraida Mohamed, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan resmi pada Rabu pagi dan langsung mengerahkan petugas penguat kuasa untuk melakukan inspeksi di lokasi. Pemeriksaan dilakukan menyusul kekhawatiran publik atas potensi pelanggaran standar kebersihan makanan.
“Kami memandang isu ini dengan sangat serius karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa penyelidikan menyeluruh sedang berjalan.
Sebagai langkah awal, JKNNS memerintahkan restoran tersebut menghentikan operasionalnya selama dua minggu. Penutupan sementara ini disertai dengan penerbitan notis denda berdasarkan peraturan kebersihan makanan yang berlaku. Otoritas kesehatan juga menegaskan akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan seluruh langkah perbaikan dijalankan sebelum restoran diizinkan kembali beroperasi.
Pihak berwenang mengingatkan para pelaku usaha kuliner agar selalu mematuhi standar higienitas, karena kelalaian dalam pengelolaan makanan dapat berujung pada risiko keracunan dan membahayakan konsumen. Tuna55