
Cuaca buruk di London utara seolah mencerminkan jalannya pertandingan di Emirates Stadium. Arsenal dan Liverpool bermain imbang tanpa gol dalam duel yang minim kualitas serangan dari kedua tim.
Hasil imbang ini berpotensi berdampak besar pada perburuan gelar. Dua poin yang hilang bisa sangat terasa ketika musim memasuki fase penentuan di bulan Mei.
Bagi Arsenal, hasil ini semakin disorot karena konteks pertandingan. Kesempatan untuk memegang kendali penuh di puncak klasemen terbuka lebar, tetapi gagal dimanfaatkan.
Arsenal Gagal Memanfaatkan Peluang di Puncak
Arsenal sebenarnya berada dalam posisi ideal sebelum kick-off. Hasil imbang antara Manchester City dan Aston Villa membuka peluang bagi mereka untuk unggul delapan poin di puncak klasemen dengan kemenangan.
Namun, hasil tanpa gol ini terasa seperti peluang yang terlewatkan. Arsenal tidak menghadapi satu pun tembakan tepat sasaran dari Liverpool, tetapi juga hampir tidak memberikan ancaman berarti, terutama di babak kedua.
Momen terbaik datang di menit-menit akhir ketika Gabriel menyambut sepak pojok di tiang jauh. Sayangnya, sundulannya melenceng dan peluang terakhir pun hilang.
Inisiatif yang Tak Kunjung Tiba
Babak kedua menjadi periode yang mengecewakan bagi Arsenal. Mereka nyaris tidak menekan Liverpool dan justru membiarkan laga menjadi ajang percobaan tembakan jarak jauh bagi Dominik Szoboszlai.
Padahal, Liverpool datang dengan kondisi yang sedang kesulitan. Arsenal memiliki bangku cadangan yang lebih kuat, dengan opsi seperti Gabriel Jesus, Eberechi Eze, dan Noni Madueke.
Sementara itu, Liverpool bahkan tidak melakukan pergantian pemain hingga Tuna55 melakukan masa tambahan waktu karena cedera. Dengan situasi tersebut, kegagalan Arsenal mengambil inisiatif terasa semakin mencolok.
Gyokeres, Tanda Tanya di Lini Depan
Performa Viktor Gyokeres kembali menjadi sorotan. Striker tersebut belum memberikan dampak signifikan sejak mengenakan seragam Arsenal.
Gyokeres belum mencetak gol dari permainan terbuka sejak awal November. Dalam laga ini, ia nyaris tidak terlibat meski Arsenal beberapa kali masuk dari sisi kanan dan mengirim umpan ke area berbahaya.
Beberapa kali bola diarahkan ke tiang jauh atau titik penalti, tetapi Gyokeres tidak berada di posisi ideal untuk menyelesaikan peluang.
Ia digantikan tak lama setelah satu jam pertandingan berjalan, dan tekanan kini meningkat agar Arsenal segera menemukan solusi yang lebih efektif di lini depan.