You are currently viewing Wawancara Eksklusif Dubes Iran Paparkan Situasi Demonstrasi dan 4 Langkah Perbaikan Ekonomi

Wawancara Eksklusif Dubes Iran Paparkan Situasi Demonstrasi dan 4 Langkah Perbaikan Ekonomi

Wawancara Eksklusif Dubes Iran Paparkan Situasi Demonstrasi dan 4 Langkah Perbaikan Ekonomi

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam wawancara eksklusif dengan media Indonesia,

memberikan penjelasan resmi pemerintah Iran terkait gelombang demonstrasi yang terjadi di negaranya serta memperinci

empat langkah strategis yang kini ditempuh untuk memperbaiki kondisi ekonomi domestik di tengah tekanan dan tantangan besar.

Demonstrasi di Iran, yang mencuat sejak akhir Desember 2025, didorong oleh berbagai faktor, terutama tekanan ekonomi,

depresiasi tajam nilai rupee Iran, dan inflasi yang membebani kehidupan masyarakat di tengah situasi geopolitik yang

kompleks. Aksi protes ini telah menarik perhatian global karena skalanya yang luas dan dampaknya terhadap stabilitas nasional.

Pemerintah Iran dan Narasi Situasi Demonstrasi

Dalam paparannya, Dubes Boroujerdi menekankan bahwa pemerintah Iran menyadari adanya protes yang dilatarbelakangi

ketidakpuasan ekonomi. Ia juga menegaskan bahwa, menurut pemerintah, aksi protes damai adalah bagian dari ekspresi

masyarakat yang sah dan pemerintah berupaya memahami aspirasi tersebut sambil menjaga stabilitas dan keamanan nasional.

Namun, ia juga membantah beberapa narasi yang beredar di media internasional yang menggambarkan situasi sebagai krisis total.

Pemerintah tegas menyatakan sebagian protes yang berubah menjadi bentrokan bukanlah cerminan mayoritas rakyat Iran,

tetapi disebabkan oleh aksi kekerasan yang tidak mencerminkan niat damai seluruh masyarakat.

Pernyataan ini muncul di tengah laporan internasional tentang kerusuhan besar dengan dampak berat, termasuk jumlah

korban yang terus diperbarui oleh berbagai pihak. Beberapa laporan independen bahkan menyebut angka korban jiwa dari

protes mencapai ribuan serta adanya sikap keras aparat terhadap demonstran.

Tekanan Ekonomi sebagai Akar Masalah

Dubes Boroujerdi juga mengakui bahwa pemerintah sangat menyadari tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Penurunan nilai mata uang dan naiknya harga kebutuhan pokok serta inflasi yang tinggi menjadi faktor utama ketidakpuasan yang

mendorong protes di banyak kota, termasuk di kawasan Grand Bazaar Teheran.

Kebijakan ekonomi Iran dalam beberapa waktu terakhir memang tengah diuji oleh kombinasi sanksi internasional, tekanan

geopolitik, serta tantangan struktural domestik yang mempengaruhi stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Pemerintah

menyampaikan komitmennya untuk merespons dinamika ini dengan langkah-langkah yang sistematis dan berfokus pada kesejahteraan rakyat.

Empat Langkah Perbaikan Ekonomi

Boroujerdi memaparkan empat langkah konkret yang telah dan sedang dijalankan oleh pemerintah Tuna55 untuk menangani persoalan

ekonomi yang menjadi salah satu akar protes:

1. Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Valuta Asing

Pemerintah fokus pada upaya menstabilkan harga dan nilai mata uang melalui reformasi kebijakan fiskal dan moneter yang terarah.

Langkah ini dimaksudkan untuk memberikan kepastian ekonomi dan meredam gejolak harga yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

2. Dukungan untuk Kelompok Rentan dan Perlindungan Sosial

Langkah kedua adalah memperkuat jaringan perlindungan sosial. Pemerintah menargetkan bantuan bagi kelompok masyarakat yang

paling rentan terhadap dampak ekonomi, termasuk bantuan langsung dan program kesejahteraan sosial untuk meningkatkan daya tahan rumah tangga.

3. Fasilitasi Iklim Usaha dan Penciptaan Lapangan Kerja

Pemerintah juga berupaya menciptakan iklim investasi dan usaha yang lebih kondusif, termasuk meningkatkan produksi dalam negeri,

mendukung UMKM, serta membuka peluang kerja baru untuk mengurangi tekanan pengangguran.

4. Peninjauan dan Perbaikan Kebijakan Ekonomi secara Bertahap

Iran menerapkan peninjauan ulang terhadap sejumlah kebijakan ekonomi dengan pendekatan yang realistis, bertahap, dan terukur agar

perubahan tidak memicu gejolak baru tetapi mengarah pada perbaikan struktural.

Pendekatan ini dirancang untuk memadukan penanganan tekanan eksternal akibat sanksi serta reformasi internal yang

diperlukan untuk stabilisasi ekonomi Iran dalam jangka panjang.

Pesan Pemerintah Iran

Dalam wawancara tersebut, Dubes Boroujerdi menggarisbawahi bahwa pemerintah tetap berkomitmen pada keamanan, martabat,

dan kedaulatan nasional, sambil merangkul dialog dan kerangka hukum dalam menanggapi tuntutan publik. Ia juga menyerukan

pemahaman internasional terhadap situasi yang kompleks ini, menyatakan bahwa Iran berusaha menghadapi tekanan eksternal sambil

menjalankan reformasi demi kesejahteraan rakyatnya.

Pernyataan resmi dari pemerintah ini memberikan gambaran tentang bagaimana negara itu mencoba menavigasi benturan antara

dinamika internal dan tantangan eksternal, terutama dalam konteks ekonomi yang menjadi perhatian utama kalangan demonstran maupun

masyarakat luas.

Leave a Reply